KILAS TEORI EDITING

Dasar dari teori edting adalah ketika seseorang melihat satu shot atau gambar dan berlanjut ke shot lainya,  secara alamiah akan menghubungkan atau ber asosiasi menjadi rangkaian yang utuh. Inilah dasar sederhana dari  teori editing.

Pada awalnya sesudah kamera film diketemukan oleh lummiere bersaudara dan juga Thomas Alva Edison,  camera movie film hanya untuk mendokumentasikan satu kejadian atau moment tertentu saja dalam satu shot atau take tunggal, ini belum membentuk sebuah cerita seperti yang di kenal sebagai film cerita, jadi hanya bersifat dokumentasi, belum sampai kepada kesadaran untuk ber tutur melalui urutan gambar gambar atau shot yang kalau disambung akan membentuk satu asosiasi baru dari setiap orang yang menontonnya.

Bisa jadi ini karena peralatan kamera cinematografi yang masih sangat sederhana, kamera belum bisa panning atau panoramic shot, lensa yang juga masih satu jenis focal length.

Kemudian pada tahun 1903 barulah dimulainya era bercerita dengan menggunakan kamera cinematografi, oleh Edwin S Porter dengan menunjukan karya filmnya dengan menyambung beberapa shot atau gambar.menjadi satu kesatuan yang ber asosiasi, dialah bapak dari teori edting, yang menjadikan ediing sebagai bentuk karya seni, karya Edwin S Porter yang terkenal adalah Life of an American Fireman.

 

Teori editing terus berlanjut berkembang di seluruh dunia, di Russia dua orang film maker yang sangat berpengaruh pada film sebagai alat eskpresi seni sampai hari ini , adalah  Sergei Eisentein dan Lev Kuleshov dan Koleshov menulis buku The Priciples of Montage, atau prinsip – prinsip  dari editing.yang menjelaskan bahwa editing adalah esensi dari cinema atau film., dalam pengertian bahwa kumpulan hasil shooting tidak akan bercerita apa apa kalau tidak dirangkai dalam kesatuan yang disebut pictorial unity, sementara Sergei Eisentein dalam karya filmnya The Battleship Potemkin, menyebut karya editingnya dengan intellectual editing, bahwa film adalah dialektik antara thesis dan antithesis, dan karya karya mereka mendahului jamannya dan sekaligus timeless, meskipun karya mereka dimana film suara belum diketemukan., baru pada tahun 1927 bulan oktober, film mulai bersuara dalam film Jazz Singer

 

Editing atau montage bahkan bisa untuk merentang waktu menjadi sangat panjang dan memendekan waktu dari waktu nyata atau real time, seperti dalam film Forest Gump produksi Steve Tisch dan Wendy Finerman,  karya sutradara Robert Zemeckis, dalam film yang sangat indah ini, waktu film atau film time direntang dalam waktu lebih kurang 20 tahunan, mulai si tokoh Forest Gump kecil sampai dewasa, sang tokoh yang seolah menjahit sejarah Amerika modern menjadi satu kesatuan, mulai dari ketemu tokoh sejarah asli Vivian Malone wanita kulit hitam pertama yang masuk perguruan tinggi, sampai perang Vietnam, bertemu dengan beberapa presiden Amerika, bahkan ketemu John Lennon,  yang dimaksud film time adalah penonton menikmati penceritaan dalam kurun yang sangat panjang hanya dalam durasi sekitar 90 menit, sedang memanjangkan waktu dalam konteks film time bisa di lihat dalam film cowboy klasik High Noon, yang sering menjadi acuan teori editing mengenai film time.

CUT !

ensadi j santoso

cinematographer


0 Tanggapan ke “FEATURES”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




 

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 5,962 hits

Arsip

Twitter Terbaru


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.